![]() |
| (Sumber: https://personalexcellence.co/files/man-tunnel-depressed.jpg) |
"Siapa saya?"
"Untuk apa saya diciptakan di dunia ini?"
"Apa yang harus saya lakukan di dunia ini?"
Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah contoh-contoh
pertanyaan yang pada umumnya setidaknya minimal 1x dipertanyakan seorang
manusia pada dirinya sendiri dalam masa hidupnya. Itu bukan hal yang salah,
justru itu merupakan suatu hal yang SANGAT wajar. Kenapa? Karena kehidupan di
dunia ini kayak misteri. Banyak teori-teori yang berusaha jelasin gimana dunia
ini awalnya terbentuk. Banyak pemikir-pemikir dunia ini yang berusaha nerka-nerka
apa tujuan dunia ini ada. Hal-hal tersebut tidak hanya bisa kita liat dalam
buku-buku pelajaran atau buku ilmiah, tapi juga bisa kita langsung saksikan di
dalam media terutama film. Contohnya salah satu film favorit gua “Rise of The Guardians” (di mana Jack
Frost bertanya-tanya kenapa dia dipilih jadi guardians bareng Santa Clause, Tooth Fairy, dkk padahal dia ngerasa
dia gak layak untuk dapet peran itu). Karena pada dasarnya, untuk memaksimalkan
kehidupan seorang manusia, orang tersebut perlu nemuin identitasnya. Siapa dia
dan untuk apa dia dibentuk. Ketika pertanyaan-pertanyaan itu udah terjawab maka
hidup dia pastinya akan jauh lebih terarah dan sistematis ketika dijalani.
Pertanyaan selanjutnya. Dimana kah kita dapat nemuin
identitas kita?
Dunia ini begitu buta dan berusaha ciptain kebenarannya
masing-masing untuk menyatakan dimana tempat terbaik untuk menemukan identitas.
Yang paling jelas terlihat dalam trend
jaman sekarang adalah pencarian identitas dalam diri sendiri. Hal ini bisa
ditemuin dalam seluruh produk media, salah satunya lagu. Beberapa lirik lagu yang
nyatain secara eksplisit mengenai pemikiran itu adalah salah satu lagu yang
cukup terkenal dari Mariah Carey yang berjudul Hero. Berikut liriknya:
“There's a hero
If you look inside your heart
You don't have to be afraid
Of what you are
There's an answer
If you reach into your soul”
Atau lagu Greatest
Love dari Whitney Houston, dengan lirik:
“Everybody searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone who fulfill my needs
A lonely place to be
And so I learned to depend on me
I decided long ago
Never to walk in anyone's shadows
If I fail, if I succeed
At least I'll live as I believe
No matter what they take from me
They can't take away my dignity
Because the greatest
Love of all is happening to me
I found the greatest
Love of all inside of me”
Dunia ini kehabisan ide, dari mana seharusnya seorang
manusia memperoleh identitasnya, dan akhirnya sampailah mereka kepada
kesimpulan bahwa pilihan terbaik adalah mencarinya dalam diri sendiri.
Jika kita masuk ke dalam pandangan Kristen mengenai hal
tersebut, jelas itu salah. Karena seperti yang dibilang Rasul Paulus dalam
kitab Roma 7:13-25 tubuh manusia adalah tubuh yang naturally suka untuk berbuat dosa. Apa yang ada dalam pikirannya,
dalam hatinya, dan akan berlanjut ke organ-organ tubuhnya yang lain, tendensinya
ingin berbuat dosa. Seperti tertulis di ayat-ayat di bawah ini:
"Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku
sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di
dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik." (ay 18)
"tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum
lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan
hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku." (ay 23)
Sehingga kalo kita mengacu kepada ayat-ayat tersebut, gimana
caranya kita bisa bergantung mengandalkan diri kita sendiri untuk memberikan
identitas yang tepat buat kita jikalau toh ternyata tubuh ini akan menghasilkan
pemikiran-pemikiran dan perasaan yang salah? Apa diri kita ini bisa dijadikan
sumber yang reliable? Jawabannya TIDAK.
Kita tidak bisa mencari identitas kita dalam diri kita sendiri. Karena justru
Rasul Paulus menyerukan teriakan keputusasaannya yang ngerasa najis
terperangkap dalam tubuh kemanusiaannya yang bersifat daging (dosa) itu, yang
tertulis demikian:
"Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari
tubuh maut ini?" (ay 9)
Lalu dari mana kita harus mendapatkan identitas kita? Coba kita
baca lanjutan surat tulisan Rasul Paulus tersebut:
"Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita." (ay
25)
Jawabannya adalah dari Yesus Kristus sendiri. Hanya Dia
satu-satunya sumber identitas kita yang valid dan reliable. Dan kalo kita pikir-pikir lagi, hal tersebut jelas masuk
akal. Karena kalo kita pengen tau kegunaan suatu barang (ex: iPhone) kita pasti
cari tau segala informasi tentang barang tersebut dari penciptanya (ex: Steve
Jobs). Begitu juga dengan kita sebagai umat manusia, the only One yang tau persis untuk apa kita diciptain itu adalah Pencipta
kita sendiri a.k.a Tuhan Yesus. Jadi jangan berusaha menghindari fakta ini. Suka
atau gak suka, itulah kenyataannya.
Sehingga pada akhirnya pilihannya balik lagi ke kita sendiri,
apakah kita mau langsung ikut apa kata Pencipta kita untuk menghidupi tujuan
yang udah Dia set dari awal untuk
kita, atau kita mau wandering dulu di
dunia ini, coba cari tujuan-tujuan lain, but
at the end of the day kita baru sadar bahwa selama ini kita udah
buang-buang waktu, tenaga, atau bahkan uang kita untuk menghidupi tujuan yang
salah. Balik ke percontohan awal, iPhone akan dapat dipergunakan dengan
maksimal kalo kita belajar langkah-langkah gunainnya yang tepat dari Steve Jobs
dan mempraktekannya dengan precise
setiap waktunya. Yang harusnya digunain untuk berkomunikasi lewat media chat, telfon, e-mail tapi karena kita pengen “improvisasi” akhirnya kita pake
iPhone itu untuk getok-getok paku untuk ditancepin ke tembok (maksudnya as palu gitu) YA RUSAK LAH. Begitu juga
dengan hidup kita, pasti, 1000% gua yakin, akan berfungsi dengan maksimal kalo
kita hidup dalam grand plan yang udah
di set dari awal sama Tuhan kita.
Jadi, cari identitas lo di dalam Tuhan Yesus. Save your time and your energy, percaya
deh, itu jauh lebih gampang. Dari pada lewat pergaulan, media sosial (stay tuned untuk pembahasan lebih lanjut
tentang topik ini), keluarga, pacar, pakaian, life style, possesions,
atau apapun itu yang berasal dari dunia ini, ketika hal itu ilang, rusak, atau
gimana gitu yang ngecewain lo, bersama dengan itu juga identitas lo akan ilang.
Terakhir, gimana caranya untuk mencari tau identitas kita
dalam Tuhan, versi panjangnya langsung aja cek bukunya Rick Warren yang
judulnya “Purpose of the Driven Life”,
versi pendeknya ya lo harus nempel-nempel sama Tuhan dengan cara baca firmanNya
tiap hari (saat teduh), doain, tanya ke Dia apa tujuan Dia ciptain lo, ikut
komunitas anak-anak Tuhan yang akan bantu lo melihat potensi-potensi lo yang
bisa dipakai untuk memuliakan Tuhan, dan kegiatan-kegiatan lain yang bisa
deketin lo ke Dia. That’s it, simple
kan? Jadi tunggu apa lagi? Cus langsung tanya Dia. Tuhan memberkati~

Comments
Post a Comment