Skip to main content

Tak Kenal Maka Tak Paham



Halo semua! Perkenalin, nama gua Risti. Ekharisti Lidya Hasian Sagala panjangnya. Inget! Pake “i” “Risti”nya, bukan pake “y”. Okeh. Gua lahir dan besar di Jakarta, tapi aslinya suku Batak, tulen, mentok. Agama Kristen dari lahir. Trus kalo terkait keluarga, gua anak terakhir dari 5 bersaudara, dan cewe sendiri. Bokap (ayah) dan nyokap (ibu) puji Tuhan lengkap. Bokap pendeta, nyokap pekerja swasta, tapi doi hobinya sama bokap pelayanan mulu, ke kampus-kampus, ke pedalaman, dll. Okay, kenapa gua kasih tau ini semua? Simply supaya kalian paham pola pikir gua dan kenapa gua “kayak gini”, well sedikit banyak karena hal-hal di atas yang melatarbelakangi kehidupan gua.

(Berhubung gak nemu stock foto sendiri yang cukup bener, jadi maaf kalo di sini gua pake sunglasses)

Lanjut ya, terkait edukasi, gua SD-SMP di sekolahan Kristen deket rumah, namanya dulu Permata Bunda, tapi sekarang ganti entah jadi apa gua gak hafal karena kepanjangan menurut gua untuk jadi nama sebuah sekolahan. Di SMP aktif dalam OSIS di bidang kerohanian. Trus SMAnya lanjut di SMA Negeri 5 Depok. Gua ambil IPA, aktif di Rohani Kristen (rohkris), itu semacam persekutuan/komunitas untuk siswa-siswi Kristen di sekolah. Gua dari tahun pertama sampe lulus jadi pengurus terus, jadi WL (worship leader) juga di ibadah-ibadahnya, jadi panitia juga di tiap program-program kerjanya. Lulus SMA lanjut kuliah di Universitas Indonesia, ngambil Ilmu Komunikasi, kelas paralel (ladang cari duitnya UI), peminatannya Industri Kreatif Penyiaran atau kerennya Broadcasting (gak keren ya? Yaudah), tapi 2 angkatan setelah gua peminatan itu ditutup, jadi jangan bilang “ah ngibul lo, di Kom UI gak ada peminatan IKP”. Di UI gua sempet aktif Televisi UI, itu TV komunitasnya UI, tapi lebih aktif lagi di PO kepanjangannya Persekutuan Oikumene, atau persekutuan/komunitas buat mahasiswa mahasiswi yang Kristen Protestan di kampus. Aktif jadi pengurus sejak masuk sampe lulus, sempet jadi ketua bahkan di PO lingkup fakultas, hampir selalu jadi panitia di tiap program-program kerjanya, dan again ngeWL di ibadah-ibadahnya. Gua gereja di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Cinere.

Hobi gua: dengerin musik, nonton, baca, mikir (ini serius, gua doyan mikir, yang orang liat pas gua lagi mikir itu gua kayak bengong menatap kosong ke satu titik dengan ekspresi muka gak jelas).

Oke sekilas perkenalannya, semoga bisa ngebuat kalian para pembaca dapet gambaran kenapa jalan pikir gua kayak gini atau kayak gitu. Selamat membaca.

Comments

Popular posts from this blog

Ada Apa Dibalik Produksi Short Film "Where Is God?"

Pertama-tama makasih untuk kamu yang tertarik atau bahkan sudah selesai menonton Where Is God? (Yang belum nonton silahkan klik di sini ). Friendly warning, artikel ini panjang, hehe, karena ini curhatanku bagaimana aku berjuang melahirkan film ini dari sebatas konsep hingga jadi film utuh. Semoga bisa memberkati. —----------------------------------------------------------------------------------------------------- Anugerah dapetin beasiswa LPDP dan keterima di salah satu kampus terbaik di dunia, Johns Hopkins University, membuat aku takjub sama kebaikan Tuhan untuk hidupku. Memang sih, udah dari jaman SMA doa minta Tuhan untuk kasih kesempatan aku belajar di luar negeri. Coba beasiswa kuliah S1 di Jepang, gak dapet, coba program pertukaran pelajar di UI ke korea selama 6 bulan, dapet, eh malah terikat pelayanan kepengurusan inti kampus, jadi terpaksa dilepas. Terus setelah lulus coba LPDP sekali, gagal. Dan tahun 2022 kemaren coba lagi, puji Tuhan keterima. Pas nyari kampus, pengenn...

He Was My Father, Yet Never Was My Dad

Setahun udah berlalu sejak papa dipanggil Tuhan secara mendadak. Sebetulnya pengen pura-pura selalu tersenyum aja dan bilang bahwa aku Ikhlas Tuhan panggil papa pulang ke pangkuanNya. Tapi salah satu ciri kedewasaan dalam beriman adalah ketika kita terbuka akan apa yang kita rasakan, kita alami. Dan di postingan ini gua pengen cerita, rasanya punya papa seorang hamba Tuhan, dan rasanya ketika papaku diambil secara tiba-tiba tanpa kesempatan utk say goodbye . Persepsi umum yang orang-orang punya kalo ngeliat anak yang orang tuanya seorang pendeta atau hamba Tuhan pasti “enak”, “baik”, “beruntung”, “aman (secara kerohanian)”, padahal udah jadi rahasia umum kalo justru anak pendeta biasanya rusak-rusak, entah karena jadi target utamanya si iblis untuk nyerang pelayanan Tuhan lewat keluarga hambaNya, ataupun karena, ini yang gua personally rasain, ayah/ibunya yang adalah hamba Tuhan justru terlalu asik melayani di luar hingga anaknya sendiri ditelantarin. Gua yang mana? This is the ug...

Failure Does Not Always Mean That You Are Not Good Enough

Pemanasan-pemanasan Kegagalan Dulu pas SMA gua sedih banget karena gagal masuk SMA-SMA terbaik di Depok (karena SMP gua masuknya rayon Depok jadi males pindah-pindah rayon lagi untuk nyari SMA ke Jakarta ). SMA-SMA Depok terbaik di jaman gua waktu itu SMA 1, SMA 2, SMA 3, dan tiga-tiganya gua gak masuk. Malah ‘terbuang’ masuknya ke SMA 5 Depok. No offense untuk anak-anak SMA 5 Depok atau yang ngerasa SMAnya masih di bawah SMA 5 Depok tapi ini gua lagi jujur menjelaskan perasaan gua waktu itu. Alhasil gua di bully sama abang-abang gua yang notabene masuk SMA-SMA terbaik Jakarta ataupun Depok, abang gua yang pertama masuk Gonzaga, salah satu SMA swasta terbaik Jakarta, abang gua yang kedua masuk SMA 34 Jakarta, salah satu SMA negeri terbaik Jakarta, dan abang gua yang ketiga keempat masuk SMA 1 Depok. Pas awal-awal masuk SMA 5 Depok, yang disebut SMANLI, gua malu dan kecewa banget sama diri sendiri, begitu juga sama Tuhan, karena dari pas mau tes-tes masuk SMA udah berdoa banget su...