Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Never Have I Ever Felt Content?

Katanya manusia adalah makhluk yang gak akan pernah bisa merasa puas? Bener gak tuh? Sumber: http://innsikt.bt.no/wp-content/uploads/2015/08/Happiness_and_falling_money.1910x1000.jpg Untuk membuktikan pernyataan ini gua sempet ngelakuin observasi singkat ke orang-orang yang udah kerja. Mungkin awalnya pas baru banget masuk kerja gaji 5.000.000 rupiah itu masih cukup. Kemana aja sih duitnya dihabisin? Ya makan-makan untuk sebulan sejuta cukup lah. Untuk belanja barang-barang selama sebulan sejuta cukup lah. Untuk keperluan transport dan penunjang kegiatan kantor sebulan sejuta cukup lah. Untuk nabung sejuta cukup lah. Untuk persembahan, ‘iuran’ ke ortu, dan lain-lainnya sejuta cukuplah. Eh ternyata temen-temen kantornya diliat pada pesen Go-food mulu di kantor, alhasil jatah makan-makan selama sebulan jadi membengkak, bisa sampe 2 jutaan. Eh ternyata temen-temen pada make HPnya canggih-canggih antara iPhone atau Samsung seri S, yaudah karena gengsi akhirnya jadi pengen ganti ...

Kristen Bukan Agama

(Sumber: https://www.trainingzone.co.uk/develop/business/what-is-a-sadel-organisation-and-why-should-you-transition-towards-this-model) Di postingan sebelumnya, gua membahas tentang bagaimana semakin ke sini dunia semakin berusaha menghapuskan agama karena agama dianggap hanya membangun sekat-sekat pembatas untuk mejaga persatuan humanity . Lebih baik menjadi orang yang bermoral baik namun tidak beragama dari pada fanatik beragama namun perbuatannya gak in line dengan apa yang diucapkan berdasarkan pengajaran-pengajaran agamanya. Adakah fungsi lain dari agama selain mendidik seseorang untuk berbuat baik? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah: ada. Ada satu yang orang-orang lewatkan dari fakta ketika seseorang beragama, yaitu bahwa pada dasarnya semua manusia adalah makhluk yang tendensinya menyembah sesuatu, bergantung terhadap sesuatu, menunjukkan ketidakberdayaannya dan bersandar terhadap sesuatu. Gak percaya? Coba liat film-film Hollywood. Berapa banyak film yang ngeb...

Dunia Gak Butuh Agama Lagi (?)

Udah lama gua merasa terusik dengan omongan-omongan trend follower dari era modern/post-modernisme ini. Salah satu trend yang gua pelajarin secara jelas merupakan buah dari era post-modernisme adalah peleburan agama-agama yang ada di dunia menjadi 1 aliran yang disebut spirituality. Apa itu spirituality atau spiritualitas? Itu adalah sebuah faham yang kira-kira secara singkat mengatakan bahwa semua agama punya ide pokok yang sama, yaitu tentang kebaikan, menolong orang, dll tapi yang membedakan adalah hal-hal sepele semacam siapa nama tuhannya, gimana cara ibadahnya, kapan hari rayanya, dll yang pengikut-pengikut trend ini sebut sebagai konsep yang semata-mata dibuat oleh manusia sendiri. Hmm...menarik. Benarkah seperti itu? Tapi itu akan kita bahas nanti, gua lanjutin dulu tentang spiritualitas. Jadi spiritualitas ini akhirnya meleburkan atau mengkombinasikan nilai-nilai yang mudah untuk diterima dari beberapa agama lalu diterapkan dalam kehidupan orang tersebut tanpa orang tersebut ...

Alone But Not Lonely (Revelation after 23 years)

(Jangan heran kenapa tulisan kuenya gitu, emang abang-abang gua rada-rada orang-orangnya. Btw, shout out to @dpatisserie untuk kuenyah, cek di ig ya guys #promo) Hari ini gua genap tambah tua setahun lagi. Yes ! Dalam tulisan kali ini gua pengen share ke kalian sedikit dari rahasia hidup gua hingga menjadi kayak gini. Kenapa gua mau seberani itu opened up dengan kalian, ya karena hanya dengan cara kayak gini maka kalian akan lebih terbantu untuk ngerti apa yang gua rasain dan apa yang akan gua sampein ke depannya. So, let’s get to it! Gua akan mulai dari keluarga. Menjadi anak seorang pendeta yang cukup dikenal orang itu berat. Pasti udah gak kaget lagi lah ya? Jujur, itu berat. Bukan masalah ekspektasi orang terhadap diri gua sebagai seorang anak pendeta yang gua maksud di sini sebagai hal yang memberatkan, bukan, gua hampir gak peduli apa kata orang tentang diri gua selama dia bukan orang yang peting-penting banget dalam hidup gua.   Yang gua maksud berat di sini ...

Ini Kisah Tentang Lea

Yang banyak orang tau adalah kisah cinta Rahel dan Yakub yang sebegitu romantisnya melebihi film The Notebook, di mana Yakub rela bekerja 14 tahun tanpa gaji kepada Laban ayah dari Lea dan Rahel untuk mendapatkan Rahel menjadi istrinya. Tapi apakah kamu pernah membayangkan cerita dari sisi Lea? Kalo belom, sekarang gua akan coba kasih gambaran ke kalian gimana kisah hidup Lea. ( Disclaimer: beberapa poin memang tertuliskan di Alkitab Kejadian 29: 14-35, tapi ini gua kombinasiin dengan imajinasi gua akan situasi saat itu ). (Sumber: https://fearlesslydauntless.files.wordpress.com) Pada suatu hari, hiduplah seorang perempuan bernama Lea. Dia punya adik perempuan, namanya Rahel. Rahel adalah seorang perempuan yang cantik, matanya indah dan berbinar-binar, selain itu dia juga memiliki badan yang bagus. Rahel disukai banyak orang, banyak laki-laki yang datang mendekati dia karena kecantikan dan kemenawanan fisiknya. Tidak seperti Rahel, Lea matanya gak indah tapi justru terl...

Untuk Apa Gua Diciptain Di Dunia Ini?

(Sumber: https://personalexcellence.co/files/man-tunnel-depressed.jpg) "Siapa saya?" "Untuk apa saya diciptakan di dunia ini?" "Apa yang harus saya lakukan di dunia ini?" Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah contoh-contoh pertanyaan yang pada umumnya setidaknya minimal 1x dipertanyakan seorang manusia pada dirinya sendiri dalam masa hidupnya. Itu bukan hal yang salah, justru itu merupakan suatu hal yang SANGAT wajar. Kenapa? Karena kehidupan di dunia ini kayak misteri. Banyak teori-teori yang berusaha jelasin gimana dunia ini awalnya terbentuk. Banyak pemikir-pemikir dunia ini yang berusaha nerka-nerka apa tujuan dunia ini ada. Hal-hal tersebut tidak hanya bisa kita liat dalam buku-buku pelajaran atau buku ilmiah, tapi juga bisa kita langsung saksikan di dalam media terutama film. Contohnya salah satu film favorit gua “ Rise of The Guardians ” (di mana Jack Frost bertanya-tanya kenapa dia dipilih jadi guardians bareng Santa Clause, T...

Disclaimer!!!

Wahai kalian para pembaca, harus gua ingetin dari awal ya, sesuai info yang tertulis di bawah gua orang Kristen tok-tok, jadi semua pemikiran gua akan dilandaskan dengan firman-firman Tuhan dalam Alkitab dan juga hasil interpretasi dan meditasi gua pribadi. Jadi kalo kalian emang dari awal udah alergi sama agama don’t waste your time or your energy ngebacain dan ngerasa terusik dengan pemikiran-pemikiran gua. Tapi kalo emang kalian pengen dapet insight tentang bagaimana cara padang Kristen terkait topik-topik yang akan gua angkat nanti stay tune dan selamat membaca. Tuhan memberkati~

Tak Kenal Maka Tak Paham

Halo semua! Perkenalin, nama gua Risti . Ekharisti Lidya Hasian Sagala panjangnya. Inget! Pake “i” “Risti”nya, bukan pake “y”. Okeh. Gua lahir dan besar di Jakarta, tapi aslinya suku Batak, tulen, mentok. Agama Kristen dari lahir. Trus kalo terkait keluarga, gua anak terakhir dari 5 bersaudara, dan cewe sendiri. Bokap (ayah) dan nyokap (ibu) puji Tuhan lengkap. Bokap pendeta , nyokap pekerja swasta, tapi doi hobinya sama bokap pelayanan mulu, ke kampus-kampus, ke pedalaman, dll. Okay , kenapa gua kasih tau ini semua? Simply supaya kalian paham pola pikir gua dan kenapa gua “kayak gini”, well sedikit banyak karena hal-hal di atas yang melatarbelakangi kehidupan gua. (Berhubung gak nemu stock foto sendiri yang cukup bener, jadi maaf kalo di sini gua pake  sunglasses ) Lanjut ya, terkait edukasi, gua SD-SMP di sekolahan Kristen deket rumah, namanya dulu Permata Bunda , tapi sekarang ganti entah jadi apa gua gak hafal karena kepanjangan menurut gua untuk jadi na...