Skip to main content

Posts

Akhirnya Berhasil Mencintai Indonesia

B ertahun-tahun hidup di Indonesia gua udah muak ngeliat kebobrokan yang terjadi di negara ini sejak kecil. Karena itu juga, selama bertahun-tahun, gua terus mengutuki Indonesia dan menyesali kenapa Tuhan lahirkan gua di tanah Indonesia ini. Gua suka bete sama Tuhan setiap kali ingat gua adalah orang Indonesia. Sebangsa dengan koruptor-koruptor jahanam, teroris-teroris yang tersebar di seluruh dunia, masyarakat nasi bungkus yang kerjanya cuma bikin rusuh negara ini. “Harusnya gua lahir di Amerika aja, atau di Jepang, atau yang paling deket di Singapur deh.” Itulah kalimat yang terus terngiang di kepala gua selama 24 tahun ke belakang. Sampai suatu kali pas gua kelas 3 SMA gua pernah ikut Kamp Pengutusan Siswa Perkantas. Itu kamp rohani untuk anak-anak yang mau lulus SMA atau SMK. Tujuannya untuk mempersiapkan pesertanya sebelum masuk dunia perkuliahan ataupun pekerjaan. Kamp itu membantu pesertanya menentukan jurusan kuliah atau pekerjaan apa yang harus mereka pilih untuk bisa member...

Si Iti(k) Buruk Rupa

Haiii long time no post!! Sejak kerja hidup ini berasa kayak gak nafas jadi maafin kegakkomitan gua untuk nulis di blog ini. Puji Tuhannya dengan situasi kelam kayak sekarang ini gua kembali punya waktu untuk ‘bernafas’ dan berpikir. So here I am sharing to you another one of my personal thoughts . Hope you enjoy it~ Kenalin, nama gua adalah Ekharisti INSECURE Sagala. Yup , sangkin insecure nya sampe itu jadi middle name gua. I don’t show it to people though , hanya orang-orang terdekat gua aja yang akan tau seberapa mindernya diri gua ini, bahkan kadang sampe di level yang memprihatinkan, gua benci diri gua sendiri. Apa sih yang gua insecure in terhadap diri gua sendiri? Almost everything , salah duanya dalam aspek personality maupun fisik. Untuk ke insecure an gua dalam aspek personality udah pernah gua share di tulisan sebelumnya yang judulnya Craving For Acceptance . Nah kali ini gua mau share ke insecure an gua terhadap my very own physical appearance , alias my o...

Ekspektasi, si pembunuh gairah hidup (Revelation after 24 years)

Today I'm officially 24 dan gua pengen share  apa pembelajaran menarik yang gua dapati selama 1 tahun terakhir ini. Selamat membacaaa~ Ekspektasi, alias harapan. Sadar gak sadar hidup kita dihantuin dia dari detik pertama kita terdeteksi tercipta dalam perut emak kita. “Pa, semoga anak kita jadi orang sukses ya nanti.” “Iya ma, amin. Semoga dia jadi anak baik-baik yang banggain kita.” Duengggg, kira-kira begitulah ekspektasi pertama yang tertancap di dalam sejarah kehidupan kita masing-masing. Jadi anak pendeta, apa lagi satu-satunya cewe, ekspektasi adalah makanan gua sehari-hari. Rasanya ada selusin atau bahkan lebih post it ekpektasi orang-orang yang tertempel di jidat gua ketika mereka pertama kali ketemu gua after denger nama gua disebut-sebut dari atas mimbar atau sebatas dari mulut ke mulut. (Ih pede banget gua, ngerasa diomongin. Well , some people told me those things right to my face , so kepedean gua itu berdasar.) “Anaknya pak Sagala pasti hidupnya ‘lurus’ ban...

The Dangerous Effect Of Social Media

Sebelum gua mulai pembahasan gua tolong jawab pertanyaan gua dalam hati: apa alasan lo gunain media sosial (1 jawaban untuk 1 akun media sosial, misal lo pake IG brarti jawabannya beda sama alasan lo pake Twitter atau Facebook, dst.) Saran gua lo temuin dulu jawaban dari pertanyaan gua itu baru lo lanjutin baca tulisan ini. Apapun jawabannya gak akan salah, gua cuma mau ngebuat lo sadar apa yang memotivasi lo selama ini dalam gunain media sosial. (Sumber: website The Verge) Kalo gua dulu awal-awal banget pake IG (gua share tentang IG aja ya berhubung IG adalah most used medsos belakangan ini) alasan gua adalah untuk online shopping . Karena jaman IG baru awal-awal booming di Indo orang-orang pada buka lapak untuk jualan online di IG pindahan dari BBM. Dulu online shopping yang based nya di website jarang, apa lagi Tokopedia, Lazada, Bukapak, dkk belom eksis saat itu. Nah saking komitnya gua akan tujuan gua gunain akun IG gua itu gua sampe nulis kalimat “Here for Onlin...

Review Film Adrift

Satu lagi produk media yang mau gua review  terkait poin survival  yaitu film Adrift yang dimainin oleh Shailene Woodley (lah sama ya sama yang main Divergent). Kalo kalian nonton film ini gua gak yakin kalian bakal suka karena abang gua pun pas nonton ini katanya dia ngerasa ngantuk dan bosen banget sampe dia akhirnya ketiduran gak nonton film ini sampe habis. Huft.  Memang kalo diliat berdasarkan plot ceritanya sangat berpotensi ngebuat bosen sih karena alur ceritanya campuran yaitu mix antara flashback dan present . Sesungguhnya gua paling gak suka alur cerita yang kayak gitu, gua lebih suka fokus aja di present  kalo mau flashback  untuk jadi bahan plot twist  aja atau di moment-moment  tertentu. Tapi pas gua ngeliat poin survival  di film ini akhirnya gua mengesampingkan selera gua dan fokus ngikutin film ini dari awal sampe akhir, dan gua suka banget. (Sumber: website AVForums) Film ini bercerita tentang seorang perempuan bern...