Skip to main content

Posts

Girls, Stop Competing With Each Other!

Karena beberapa hari lalu baru aja kita ngerayain Hari Perempuan Sedunia, ada 1 hal yang pengen gua share karena cukup sering menggelitik dan mengusik gua. Ini tentang bagaimana perempuan berhadapan dengan perempuan lain. Jika ada hal yang paling gua gak suka dari tension antar perempuan, itu bukan saling benci. Ini pendapat gua pribadi ya, gak tau deh kalo orang lain gimana. Tapi yang jelas rasanya gua masih lebih ‘mentolerir’ kalo ada cewe gak suka sama gua karena dia emang sebel atau dislike sesuatu dari diri gua. Entah karena attitude gua atau personality gua. Karena suka gak suka itu masalah kenyamanan seseorang, jadi gua terima terima aja kalo ada cewe memusuhi atau ngejauhin gua karena alasan seperti itu. Kalo ketemu sama tipe cewe yang kayak gitu dengan mudah gua akan mencoret dia dari list orang yang perlu gua ajak bersosialisasi, mudah aja. Jadi simbiosis mutualisme kan? Lo gak suka gua, gua menghargai itu, mari membatasi interaksi kita hingga seperlunya aja. Gua gak...

Masculine VS Feminine Energy

Astaga, terakhir nulis blog 2 tahun lalu dong :’’’’’’’’’) Ketawan udah kepalang stress sama kerjaan kantor jadi otaknya mandek, susah dapet inspirasi. Tapi berhubung saat ini agak gak bisa tidur dan tiba-tiba punya dorongan untuk ngeshare topik ini, jadi mari kita nulis. Gua adalah orang yang seneng banget terlahir jadi perempuan. Jujur, kalo dikasih kesempatan untuk ulang atau reinkarnasi nanti (which is gak akan ada ya) gua akan tetep pilih terlahir jadi perempuan. Banyak benefit nya, salah satunya topik yang mau gua bahas ini. Masculine VS Feminine Energy , alias energi maskulin dan feminim. Masculine dan feminine energy yang gua maksud di sini bukan yang ada di link ini ya, itu ranahnya anak psikologi kayaknya. Gua lebih mau fokus di ranah komunikasinya alias gimana kita mengindikasikan kedua energi itu baik dari Bahasa verbal (kata-kata) ataupun non-verbal (gestur) kita. Bayangin cowo, baik ketika lagi ngomong, jalan, duduk, ataupun berpakaian. Biasanyaaaa, cowo itu kalo ngo...

Akhirnya Berhasil Mencintai Indonesia

B ertahun-tahun hidup di Indonesia gua udah muak ngeliat kebobrokan yang terjadi di negara ini sejak kecil. Karena itu juga, selama bertahun-tahun, gua terus mengutuki Indonesia dan menyesali kenapa Tuhan lahirkan gua di tanah Indonesia ini. Gua suka bete sama Tuhan setiap kali ingat gua adalah orang Indonesia. Sebangsa dengan koruptor-koruptor jahanam, teroris-teroris yang tersebar di seluruh dunia, masyarakat nasi bungkus yang kerjanya cuma bikin rusuh negara ini. “Harusnya gua lahir di Amerika aja, atau di Jepang, atau yang paling deket di Singapur deh.” Itulah kalimat yang terus terngiang di kepala gua selama 24 tahun ke belakang. Sampai suatu kali pas gua kelas 3 SMA gua pernah ikut Kamp Pengutusan Siswa Perkantas. Itu kamp rohani untuk anak-anak yang mau lulus SMA atau SMK. Tujuannya untuk mempersiapkan pesertanya sebelum masuk dunia perkuliahan ataupun pekerjaan. Kamp itu membantu pesertanya menentukan jurusan kuliah atau pekerjaan apa yang harus mereka pilih untuk bisa member...

Si Iti(k) Buruk Rupa

Haiii long time no post!! Sejak kerja hidup ini berasa kayak gak nafas jadi maafin kegakkomitan gua untuk nulis di blog ini. Puji Tuhannya dengan situasi kelam kayak sekarang ini gua kembali punya waktu untuk ‘bernafas’ dan berpikir. So here I am sharing to you another one of my personal thoughts . Hope you enjoy it~ Kenalin, nama gua adalah Ekharisti INSECURE Sagala. Yup , sangkin insecure nya sampe itu jadi middle name gua. I don’t show it to people though , hanya orang-orang terdekat gua aja yang akan tau seberapa mindernya diri gua ini, bahkan kadang sampe di level yang memprihatinkan, gua benci diri gua sendiri. Apa sih yang gua insecure in terhadap diri gua sendiri? Almost everything , salah duanya dalam aspek personality maupun fisik. Untuk ke insecure an gua dalam aspek personality udah pernah gua share di tulisan sebelumnya yang judulnya Craving For Acceptance . Nah kali ini gua mau share ke insecure an gua terhadap my very own physical appearance , alias my o...

Ekspektasi, si pembunuh gairah hidup (Revelation after 24 years)

Today I'm officially 24 dan gua pengen share  apa pembelajaran menarik yang gua dapati selama 1 tahun terakhir ini. Selamat membacaaa~ Ekspektasi, alias harapan. Sadar gak sadar hidup kita dihantuin dia dari detik pertama kita terdeteksi tercipta dalam perut emak kita. “Pa, semoga anak kita jadi orang sukses ya nanti.” “Iya ma, amin. Semoga dia jadi anak baik-baik yang banggain kita.” Duengggg, kira-kira begitulah ekspektasi pertama yang tertancap di dalam sejarah kehidupan kita masing-masing. Jadi anak pendeta, apa lagi satu-satunya cewe, ekspektasi adalah makanan gua sehari-hari. Rasanya ada selusin atau bahkan lebih post it ekpektasi orang-orang yang tertempel di jidat gua ketika mereka pertama kali ketemu gua after denger nama gua disebut-sebut dari atas mimbar atau sebatas dari mulut ke mulut. (Ih pede banget gua, ngerasa diomongin. Well , some people told me those things right to my face , so kepedean gua itu berdasar.) “Anaknya pak Sagala pasti hidupnya ‘lurus’ ban...